Ini Penampakan Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Terbesar di RI

Muhammad Idris – detikfinance
Kamis, 15/10/2015 14:16 WIB
Ini Penampakan Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Terbesar di RI
Jakarta -Hari ini, PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) meresmikan pengoperasian salah satu pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terbesar di Indonesia.

Dibangun di atas lahan seluas 1 hektar di samping Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat, PLTS ini memiliki kapasitas 1 megawatt (MW). Kapasitas ini sama dengan PLTS yang ada di Kabupaten Karangasem, dan Bangli, Bali.

Kapasitas pembangkit dari matahari ini dalam waktu dekat bakal ditingkatkan hingga 1,3 MW pada akhir tahun, atau menjadi yang terbesar di Indonesia.

PLTS ini sendiri merupakan PLTS skala besar pertama yang dibangun di Pulau Jawa. Dalam penggunaan tekhnologinya, anak perusahaan PT PLN (Persero) ini menggunakan tekhnologi panel surya Jepang, namun konverter pengubah panas ke listrik menggunakan tekhnologi Jerman.

“Kalau panel modulnya kita pakai dari Jepang menggunakan pin film. Karena ini kan buat riset, jadi kita pakai yang terbaik. Dengan ini kan bisa jadi model buat bangun pabrik solar cell sendiri dan PLTS skala besar lain di dalam negeri,” ungkap General Manager Unit Pembangkit Cirata, PT PJB, Wisrawan, ditemui di PLTA Cirata, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (15/10/2015).

Menurut Wisrawan, untuk tujuan riset, pihaknya belum berani menggunakan tekhnologi di luar merk yang sudah mapan, seperti merk Tiongkok, meski harganya jauh lebih murah.

“Kalau harga per modul saya tidak ada rinciannya. Yang pasti semua dari pekerjaan sipil sampai pengadaan modul Rp 28 miliar. Kalau dari Jepang bisa 20 tahun live time, sementara dari Cina saya kurang tahu, saya nggak bisa compare, karena tak pakai solar cell China, dari beberapa vendor memang penawaran lebih murah,” jelasnya.

Kendati demikian, lanjutnya, banyak solar cell yang diproduksi Tiongkok berkualitas bagus. “Tapi kita belum vendor (penjual) mana saja dari Cina yang bagus. Daripada beresiko, kita pakai yang sudah mapan,” papar Wisrawan.

Untuk pembangunannya, kata Wisrawan, PT PJB menggelontorkan dana hingga Rp 28 miliar, dan dibangun selama 10 bulan.

Dia mengungkapkan, PLTS tersebut dibangun bukan untuk menggantikan atau menambah suplai listrik untuk PLTA Cirata. Namun hanya dipakai untuk mensuplai listrik untuk sekitar 3 kecamatan di Purwakarta, serta listrik untuk PLTA Cirata saat pembangkit utama mengalami gangguan atau diperbaiki.

Selain itu, PLTS ini juga dipakai sebagai tempat riset untuk PLTS yang ada di Indonesia. PLTS pertama ini menggunakan twinlet dan menggunakan sistem inverter sentral.

Sistem twinlet memungkinkan produksi listrik tetap stabil meski frekuensi sinar matahari menurun karena mendung dan sebagainya

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s